animasi  bergerak gif
animasi bergerak naruto dan onepiece
 

Jumat, 11 November 2016

Pengertian Topologi Tree Serta Ciri - Ciri, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

0 komentar
Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai topologi mesh dan pada kesempatan ini kita akan membahas topologi tree atau topologi pohon.


Pengertian Topologi Tree


Topologi tree atau sering dikenal dengan topologi pohon adalah topologi jaringan komputer yang merupakan kombinasi dari topologi star dan BUS. Secara hirarki penyusunannya topologi tree ini merupakan kumpulan dari topologi star yang dihuhubungkan dengan topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau bleckbone.

Topologi pohon ini sering juga disebut dengan topologi bertingkat. Dalam penggunaanya topologi ini sering digunakan digunakan untuk interkoneksi antar heirarki yang berbeda. Untuk hirariki yang rendah pada topologi ini digambarkan pada lokasi yang rendah, sedangkan untuk hirarki yang lebih tinggi akan digambarkan pada lokasi yang lebih tinggi.


Ciri - Ciri Atau Karakteristik Topologi Tree


Berikut ini adalah ciri - ciri atau karakteristik dari pada topologi tree :
  • Komunikasi data yang berjalan dalam jaringan dilakukan melalui HUB.
  • HUB berperan sebagai pusat kendali dalam jaringan.
  • Mempunyai kabel utama yang disebut dengan backbone sebagai penghubung jaringan.


Cara Kerja Topologi Tree


Adapun cara kerja topologi tree ini adalah akan membentuk sebuah jaringan yang menggunakan sistem pohon bercabang. Pada topologi tree terdapat sistem yang bertingkat yang digunakan sebagai media interkoneksi antar sentral yang mana didalam interkoneksi tersebut terdapa hierari yang berbeda.

Komputer client ini dikelompokan dengan menggunakan topologi star, kemudia masing - masing kelompok topologi star ini akan saling dihubungkan dengan menggunakan moteode pada topologi BUS. Untuk menghubungkan masing - masing kelompok jairingan star ini menggunakan HUB yang tersambung dengan kabel utama yang disebut dengan backbone.

Misal data dari kelompok jaringan 1 akan dibungkan dengan kelomok jaringan no 2 maka data dari kelompok jaringan 1 ini akan melewati HUB kemudain akan diteruskan ke backbone dan menuju kelompok jaringan no 2. Jadi aliran data pada komputer dalam topologi pohon ini tidak terkirimkan secara langsung melainkan harus melewati HUB dahulu.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree


Untuk topologi pohon ini memiliki keunggulan dan kelemahan dalam penerapannya. Pada sub bab pembahasan ini akan dibahas mengenai apa saja yang menjadi kelbihan dan keurangan dari topologi pohon ini.

Kelebihan Topologi Tree


Berikut ini adalah kelebihan atau keunggunalan dari pada topologi tree :

  • Cocok diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
  • Pada topologi pohon ini memungkinkan penggunaan jaringan pont to point.
  • Mudah dalam melakukan identifikasi dan isolasi jika terjadi kerusakan pada jaringan
  • Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka tidak akan berpengaruh ke node yang lain.


Kekurangan Topologi Tree


Berikut ini adalah kekurangan atau kelemahan dari pada topologi tree :

  • Topologi pohon ini memiliki ketergantungan secara menyeluruh terhada HUB, jika terjadi kerusakan pada HUB maka seluruh jaringan akan terganggu.
  • Komunikasi antar komputer dalam satu jaringan tidak bisa dilakukan secara langsung melainkan harus melewati HUB sehingga data mengalir sedikit lebih lambat.
  • Topologi pohon ini terbilang sulit dalam perawatannya karena banyak perancangan node.



Contoh Topologi Tree


Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa topologi tree adalah gabungan dari topologi  star dan BUS, dan berikut ini adalah contoh topologi tree :


Pengertian Topologi Tree
Contoh Topologi Tree

Dari penjelasan diatas dapat simpukan bahwa topologi tree atau topologi pohon ini merupakan pengabung dari topologi star dan topologi BUS dimana data yang mengalir pada topologi ini harus melewati HUB yang terhubung dengan kabel utama yang disebut backbone.

Artikel Terkait :


Demikianlah pembahasan mengenai topologi jaringan tree, semoga dapat membantu Anda dalam memahami topologi tree
Read more...

Selasa, 08 November 2016

Pengertian Topologi Ring Serta Kelebihan dan Kekurangannya

0 komentar
Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas topologi star maka pada kesempatan ini kita akan membahas topologi ring.


Pengertian Topologi Ring


Topologi ring atau biasa disebut topologi cincin adalah topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing - masing terhubung ke dua node lainnya sehingga membentuk rangkaian melingkan seperti cincin. Pada topologi ring setiap komputer dihubungkan oleh kabel tunggal yang melingkar melewati setiap komputer, jadi setiap komputer saling terhubung oleh kabel tersebut.

Hal ini berberda dengan topologi bus dimana untuk topologi ring ini sinyal akan terus mengalir berulang - ulang tanpa ada ujungnya, atau bisa disebut sinyal pada topologi ring ini adalah mengalir secara looping (berulang).

Pada topologi ring ini digunakan alat yang disebut Token untuk membantu transmisi data, pengertian token sendiri adalah seri bit khusus yang berjalan di jaringan ring. Aliran data yang ada di topologi ini harus melewati setiap node yang membuat topologi jairingan ring ini kurang efiesen jika dibandingkan dengan topologi star atau topologi bus. 

Misal kita mempunyai 9 komputer yang berada dalam jaringan ring, kita akan mengirimkan data dari komputer 1 ke komputer 5, maka yang pertama data tersebut bisa melewati komputer ke 2 , 3 dan 4, hingga akhirnya data sampai ke komputer ke 5Yang kedua data juga bisa melewati komputer ke 9, 8, 7, 6 hingga data sampai ke komputer ke 5. Untuk yang kedua data lebih banyak melewati komputer sehingga data lebih lambat alirannya dibandingkan dengan yang pertama.

Cara Kerja Topologi Ring


Untuk cara kerja topologi ringa adalah setiap node berfungsi sebagai repeater (penguat sinyal) bagi node sebelum atau sesusahnya, jadi setiap perangkat akan saling bekerja sama untuk menerima sinyal dari sebelumnya kemudian meneruskan ke node selanjutnya. Pada proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu alat yang dinamakan dengan Token.

Token sendiri berisi data yang bersumber dari komputer sebelumnya, kemudian token akan mengalirkan data ke setiap node / titik. Jika data dibutuhkan pada node maka data akan diterima oleh node tersebut namun jika node tidah dibutuhkan oleh node maka data akan dialirkan ke node berikutnya. Data yang mengalir akan berjalan terus - menerus hingga mencapai tujuan akhir.


Ciri Topologi Ring


Berikut ini adalah ciri - ciri atau karakteristik dari topologi ring :
  • Setiap komputer  atau node saling terhubung secara langsung satu sama lain.
  • Proses pengiriman data pada satu waktu hanya dapat dilakukan oleh satu node dan proses pengiriman satu jalur.
  • Jenis kabel yang digunakan pada topologi ring  ini umumnya adalah kabel UTP.
  • Kerusakan pada salah salah satu node maka akan berpengaruh terhadap node yang lain.

Kelebihan dan kekurangan Topologi Ring


Sam halnya dengan topologi lainnya, topologi ring ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan jika diterapkan pada jaingan komputer, pada sub bab pembahasan ini kita akan membahas mengenai apa saja yang menjadi keunggulan dan apa saja yang menjadi kelemahan topologi ring.

Kelebihan Topologi ring


Berikut ini adalah kelebihan atau keunggunlan dari topologi ring :
  • Mudah dalam perancanga dan mengiplementasikannya
  • Memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan topologi BUS, bahkan untuk aliran data yang berat dan besar sekalipun.
  • Memiliki kemudahan dalam melakukan konfigurasi dan installasi peerangkat baru.
  • Mudah dalam melakukan diagnosa dan pengisolasian kesalahan dan kerusakan dalam jaringan karena konfigurasi yang digunakan point to point. 
  • Hemat dalam penggunakan kabel.
  • Tidak akan terjadi tabrakan dalam pengiriman data (collision) karena dalam satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data.
 

Kekurangan Topologi Ring 


Berikut ini adalah kekurangan atau kelemahan dari pada topologi ring :
  • Jika terjadi kerusakan pada satu node maka maka menggangu seluruh jaringan, untuk mengatasinya bisa menggunakan cincin ganda (dual ring).
  • Pengembangan jaringa kurang fleksibel karena untuk memindahkan , menambahkan dan mengubah perngkat jaringan dapat mempengaruhis seluruh jaringan.
  • Komunikasi data memiliki ketergantungan pada jumah node yang terdapat pada jaringan. 
  • Cenderung lebih sulit  untuk dikonfigurasikan dibandingkan dengan topologi star.
  • Memerlukan penanganan dan pengolahan khusus bandles. 


Contoh Topologi Ring


Topologi ring ini mempunyai bentuk seperti cincin dimana kabel akan saling menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya hingga membentuk melingkar seperti cincin dan berikut ini adalah contoh topoligi ring :

Pengertian Topologi Ring Serta Kelebihan dan Kekurangannya
Contoh Topologi ring

Jadi dapat disimpulkan bahwa aliran data pada topologi ring harus melewati node dan digunakan alat TOKEN untuk membantu transmisi data.

Artikel Terkait :

Sampai disini kita telah selesai membahas tentang topologi jaringan ring, saya harapkan bisa membantu Anda dalam membantu memahami materi topologi ring
Read more...

Sabtu, 05 November 2016

Pengertian Topologi Mesh Beserta Kelebihan dan Kekuranganya

0 komentar


Jika pada kesempatan sebelumnya kami telah membahas tentang topologi ring, maka pada kesempatan ini kami akan membagikan artikel yang membahas mengenai topologi mesh.

Pengertian Topologi Mesh


Topologi mesh disebut juga dengan topologi jala karena bentuknya yang menyerupai jala. Untuk pengertian topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat saling terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang berada dalam satu jaringan. 

Pada topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi secara langsung dengan perangkat lain karean perangkat saling terhubung secara langsung atau bisa disebut dengan istilah dedicated links. Komunikasi yang ada pada topologi mesh berjalan relatif cepat dan biasanya digunakan untuk membangun jaringan dengan skala yang tidak terlalu besar.

Dalam membangun topologi mesh kita dapat melakukan beberapa perhitungan dengan menggunakan rumus n(n-1)/2 , misalnya terdapat 6 buah komputer dalam satu jaringan, maka kabel yang akan digunakan untuk membangun jaringan dengan topologi mesh adalah 6 (6 - 1) / 2 = 15 koneksi, kemudian masing - masing komputer diharuskan memiliki Port I/O sejumlah 6-1= 5 Port I/O rumaus yang digunakan adalah n-1.

Ciri - Ciri Topologi Mesh


Topologi mesh ini mempunyai karakteristik atau ciri - ciri, dan berikut ini adalah ciri - ciri dari jaringan komputer yang dibangun dengan menggunakan topologi mesh :
  1. Perangkat saling terhubung satu sama lain.
  2. Kabel yang digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan node lain dalam jaringan terbilang cukup banyak. 
  3. Pada setiap node setidaknya memiliki lebih dari 2 Port Input/Output.
  4. Konfigurasi pada setiap node yang berbeda dalam berkomunikasi.
Dengan memahami ciri - ciri pada topologi jaringan mesh maka kita bisa membantu dalam menganalisa topologi sebuah jairngan. Nah, pada sub bab selanjutnya akan membahas bagaimana cara kerja topologi mesh.

Cara Kerja Topologi Mesh


Secara sederhana cara kerja topologi mesh adalah setiap node pada jairngan akan saling tehubung karena menggunakan kabel yang langsung menuju node yang dituju. Jadi, data yang yang mengalir akan langsung menuju ke node yang dituju sehingga data yang mengalir pada topologi mesh sangat cepat. Data yang mengalir ini langsung menuju node tujuan tanpa harus melalui node yang lain.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh


Setiap topologi mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing - masing, begitu juga dengan topologi mesh. Nah, inilah beberapa keunggulan dan kelemahan topologi mesh.

Kelebihan Topologi Mesh


Berikut ini adalah kelebihan atau keunggulan yang dimiliki oleh topologi mesh :

  1. Topologi mesh memiliki hubungan dedicated link yang menjamin data langsung dikirim ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lain sehingga data yang mengalir dapat berjalan lebih cepat.
  2. Topologi mesh memiliki sifat Robust, yaitu jika terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena kerusakan kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  3. Pada topologi mesh privacy dan security terjamin karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak dapat diakses oleh komputer yang lain.
  4. Mudah dalam mengidentifikasi masalah kerusakan koneksi antar jaringan komputer.

Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh topologi mesh yang membuat topologi mesh patut untuk diterapkan ketika memabangun sebuah jaringan. 

Kekurangan Topologi Mesh


Selain mempunyai kelebihan topologi mesh juga mempunyai kekurangan, dan berikut ini adalah kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh topologi mesh :

  1. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O, jadi semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan banyak kabel links dan port I/O.
  2. Sulit untuk melakukan installasi dan konfigurasi karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung. 
  3. Jaringan komputer dengan topologi mesh sangat banyak menggunakan kebel dan diperlukan ruangan yang cukup besar pada untuk membangu jaringan komputer.

Nah, itulah kekurangan yang ada pada topologi mesh tentunya hal ini menjadi bahan pertimbangan ketika akan membangun jaringan dengan topologi mesh.

Contoh Topologi Mesh


Pada dasarnya dalam penerapannya topologi mesh ini merukan gabungan dari topologi ring dan star, dan berikut ini adalah contoh dari topologi Mesh.


Pengertian Topologi Mesh Beserta Kelebihan dan Kekuranganya
Contoh Topologi Mesh

Jadi dapat disimpulkan bahwa topologi mesh ini merupakan gabungan dari topologi ring dan star yang mana setiap perangkat terhubung secara langsung.

Artikel Terkait :


Demikianlah pembahasa mengenai topologi jaringan komputer mesh, semoga dapat membantu Anda dalam memahami jaringan komputer yang dibangun dengan menggunakan topologi mesh.
Read more...

Jumat, 04 November 2016

Pengertian Serta Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

0 komentar

Pengertian Serta Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas topologi BUS, dan pada kesempatan ini kita akan membahas tentang pengertian serta kelebihan dan kekurangan topologi star.


Pengertian Topologi Star


Topologi star biasa disebut dengan topologi bintang karena bentuk topologinya yang menyerupai bintang. Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan komputer yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Jenis topologi jaringan star ini termasuk kedalam topologi jaringan dengan biaya sedang.

Ciri - Ciri Topologi Star


Setiap topoligi jaringan komputer mempunyai ciri - ciri atau mempunyai karakteristiknya masing - masing, begitu juga dengan topologi star. Berikut ini adalah ciri - ciri dari topologi star.
  1. Setiap Node pada jaringan akan berkomunikasi secara langsung dengan centra node, jadi data akan mengalir dari node ke centra node dan akan kembali lagi ke node.
  2. Topologi star mudah untuk dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung ke centra node.
  3. Jika terjadi kerusakan atau gangguan pada salah satu node maka akan berpengaruh pada node itu sendiri dan tidak mempengaruhi node lainnya.
  4. Pada installasi topologi star dapat menggunakan kabel Lower karena hanya meng-handle satu trafik node, dan biasannya mengunakan kabel UTP.
Setelah mengetahui ciri - ciri dari topologi jaringan komputer, maka selanjutnya akan dibahas keunggulan dan kerugian dari topologi star.

Cara Kerja Topologi Star


Cara kerja topologi star adalah setiap komputer akan berkomunikasi dengan hub pusat yang kemudian akan mengirimkan kembali pesan kepada semua komputer atau hanya pada komputer tujuan. Untuk Hub pada jaringan bisa aktif atau dan juga bisa pasif.


Hub aktif akan berfungsi mengulang sinyal yang diterima dan akan mengirim sinyal tersebut pada semua komputer. Sedangkan Hub pasif hanya berfungsi sebagai titik sambung dan tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star


Dalam setiap topologi ini memiliki kelebihan dan kekurangan, dan pada pada sub pembahasan ini akan dibahas beberapa keunggulan dan kelemahan dari pada topologi star.

Kelebihan Topologi Star


Berikut ini adalah kelebihan - kelebihan yang dimiliki oleh topologi star :
  • Jika terjadi kerusakan pada satu saluran maka hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut, tidak mengganggu saluran lain.
  • Topologi star memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
  • Memiliki ketahanan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Memiliki akses kontrol yang terpusat.
  • Mudah dalam medeteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan pengelolaan jaringan.
Nah, itulah tadi beberapa kelemahan yang dimiliki oleh topologi star, selanjutnya kita akan membahas beberapa kelemahan yang dimiliki oleh topologi star.

Kekurangan Topologi Star


Berikut ini adalah kekurangan - kekurangan yang dimiliki oleh topologi star :
  • Jika node pada bagian tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan terganggu.
  • Banyak  dalam pemakaian kabel.
  • HUB / SWITCH menjadi elemen kritis karena menjadi kontrol terpusat.
  • HUB / SWITCH memiliki peran yang sangat sensitif sehingga ketika terdapat masalah dengan hub switch maka jaringan akan down.
  • Jaringan yang dibangun tergantung pada terminal pusat.
  • Jika menggunakan HUB / SWITCH dan lalu lintas data padat maka dapat menyebabkan jaringan menjadi lambat.
  • Biaya yang dikeluarkan lebih mahal daripada topologi bus atau ring.
Itulah tadi beberapa kelemahan yang dimiliki oleh topologi star, selanjutnya akan dibahas contoh dari pada topologi star.

Contoh Topologi Star


Topologi star mempunyai bentuk seperti bintang, dimana HUB atau Switch menjadi kontol pusat dari topologi ini, dan berikut ini adalah contoh dari bentuk topologi star :

Pengertian Serta Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star
Contoh Topologi Star

Jadi dapat disimpulkan bahwa topologi star ini mempunyai kontrol terpusat, dan  HUB / SWITCH memiliki peranan yang sangat penting pada topologi ini.

Artikel Terkait :

Demikianlah pembahasan mengenai topologi jaringan komputer jenis star, saya harapkan bisa membantu Anda dalam memahami topologi star.
Read more...

Senin, 31 Oktober 2016

Pengertian Topologi BUS Serta Kelebihan dan Kekurangannya

0 komentar
Topologi BUS

Pengertian Topologi BUS Serta Kelebihan dan Kekurangannya - Dalam jaringan komputer terdapat beberapa toopoligi yang digunakan diantaranya topologi bus, topologi ring, topologi ring dan lainnya. Pada semepatan ini kami akan membahas apa itu topologi bus, apa saja kelebihan dan kekurangan topologi bus ? dan untuk topologi lainya akan dibahas pada artikel berikutnya.

Pengertian Topologi BUS


Pengertian topologi BUS adalah sebuah topologi jaringan komputer yang menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisi yang mana kabel ini dijadikan pusat dari komputer client dan server.

Topologi BUS merupakan topologi yang paling simple karena semua terpusat pada satu kabel. Bisa di ibaratkan topoplogi BUS ini seperti sistem pada angkutan transportasi BUS yang mempunyai halte dan jalan raya. Nah, kabel bisa diibaratkan sebagai kabel utama dan halte diibaratkan sebagai komputer cilent da server. Inilah yang memberikan inpirasi kenapa dinamakan topologi BUS.

Jadi dapat dianalogikan bus akan melewati jalurnya dan berhenti pada halte - helte, nah topologi BUS juga demikian data akan mengalir pada kabel tunggal dan akan menghubungkan dengan komputer cilent mapun server.  

Ciri - Ciri Topologi BUS


Pada topologi jaringan mempunyai ciri - ciri masing - masing, begitu juga dengan topologi BUS. Berikut ini adalah ciri - ciri dari pada topologi BUS :
  1. Setiap komputer pada topologi BUS akan terhubung dengan kabel utama, jadi komputer tidak langsung terhubung melainkan semua komputer terhubung melalui kabel utama.
  2. Pada ujung kabel terdapat 50 ohm konektor.
  3. Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan masing - masing komputer.
  4. Pada topologi BUS menggunakan kabel "cut" dan digunakan konektor BNC tipe T.
  5. Jika kabel putus maka akan terjadi gangguan pada setiap komputer, karena kabel sebagai pusat jaringan.
  6. Pada topologi BUS cenderung susah untuk melakukan pelacakan kerusakan. 
Setelah mengetahui ciri - ciri dati toplogi BUS maka selanjutnya kita akan membahas cara kerja dari topologi BUS.

Cara Kerja Topologi BUS


Topologi jaringan komputer BUS akan menghubungkan komputer pada sebuah jaringan yang disebut dengan trunk segmen. Istilah BUS biasanya adalah kabel yang menghubungkan dari ujung kebel ke ujung kabel. Pada setiap sambungan memiliki bus sebagai konektor dan pada ujung kabel ditutup oleh komponen yang disebut dengan terminator.

Jadi setiap komputer ini berda dalam satu jalur yang semua terhubung oleh kabel tungal yang ujungnya terdapat terminator. Kebel ini yang menjadi pusat dari topologi BUS. 

Fungsi Topologi BU


Fungsi Topologi BUS adalah dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi BUS


Setiap topologi jaringan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing, begitu juga dengan topologi BUS juga punya kelebihan dan kekurangan.

1. Kelebihan Topologi BUS


Dalam menggunakan topologi BUS ini mempunyai keuntungan atau kelebihan, dan berikut ini adalah kelebihan dalam topologi BUS : 
  1. Mudah dalam pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
  2. Hemat dalam penggunaan kabel.
  3. Mudah dalam installasi topologi BUS karena mempunyai layout kabel sederhana.
  4. Apabila terjadi kerusakan pada satu komputer maka tidak mempengaruhi komputer lain.
  5. Tidak membutuhkan komponen hardware aktif seperti HUB atau Switch.

2. Kekurangan Topologi BUS


Selain mempunyai keuntungan atau kelebihan , pada topologi BUS ini juga mempunyai kekurangan atau kerugian. Berikut ini adalah kekurangan yang ada pada topologi BUS : 
  1. Jika terdapat gangguan pada kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
  2. Memiliki kepadatan pada jalur lalu lintas karena menggunakan kabel tunggal untuk pusat jaringan.
  3. Memerlukan Repeater untuk jarak jauh.
Setelah mengetahui tetang kelebihan dan kekurangan topologi BUS maka selanjutnya kita akan membahas hardware apa saja yang dibutuhkan pada topologi BUS.

Komponen Hardware Pada Topologi BUS


Untuk menerapkan topologi jaringan komputer jenis BUS ini membutuhkan beberapa komponent yang digunakan agar topologi BUS yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Berikut ini komponen hardware yang dibutuhkan pada topologi BUS :

1. Server

Server adalah komponent yang wajib ada pada setiap topologi jaringan komputer. Fungsi server sendiri adalah menyediakan data utama yang akan diteruskan kepada komputer client atau user untu memperoleh informasi tertentu. Server ini bekerja sepanjang waktu atau non-stop dan biasanya berisi database dan data - data penting lainnya termasuk data jaaringan.

Gambar Sever Jaringan

Karena server bejalan non-stop maka dibutuhkan rungan khusus dan perawatan khusus. Biasanya server ditempatkan pada ruangan yang ber AC dan mudah dijangkau oleh teknisi.

2. Client atau User


Client atau user merupakan komputer yang menerima data yang dimiliki oleh server melalui jaringan komputer. Dengan menggunakan implementasi dari jaringan komputer, maka semua data yang dimiliki server dapat diakses dengan mudah oleh para komputer yang sudah terhubung ke dalam jaringan tersebut.

Komputer Client

Client adalah komputer yang berada pada jaringan yang menerima data dari server dan saling terhubung dengan komputer lainnya sehingga dapat saling berkomunikasi.

3. BUS

Bus merupakan sebuah konektor yang menyalurkan dan mengalirkan sinyal dan paket data dari server menuju client atau user. Data ini merupakan data dai server, yang mana sebelumnya sudah ditentukan terlebih dahulu oleh DAP atau Distribution Access Protocol.

Gambar Konetor BUS

BUS ini digunakan untuk menyambungkan komputer dengan kabel utama sehingga dapat saling terhubung. BUS ini berperan sebagai konektor yang berarti saling menghungkan komputer dengan jalur / kabel utama jaringan.

4. Terminator

Terminator adalah komponen yang diletakan pada ujung kabel utama pada topologi BUS yang digunakan untuk menutup akses dari suatu jaringan komputer. Terminator ini terletak pada ujung kabel dan bisa menyerap sinyal dan transmisi data pada jaringan.

Gambar Terminator

Sinyal atau data yang ditransmisikan melalu kabel utama topolig BUS, harus bisa diserap oleh terminator yang terletak di ujung kebel, karena apabila tidak diserap oleh terminator, maka data tersebut akan memantul kembali, dan menyebabkan terjadinya gangguan atau colission (tabrakan data) pada suatu jaringan komputer yang menggunakan implementasi Bus.

Contoh Topologi BUS


Topologi BUS merupakan topologi yang paling sederhana dibadingkan dengan topologi jaringan lainnya. Berikut ini adalah contoh dari topologi jaringan BUS :

Contoh Penerapan Topologi BUS

Artikel Terkait :

Demikialah pembahasan mengenai topologi jaringan komputer jenis BUS, saya harapkan penjelasan pada artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami topologi BUS.    
Read more...
 
AnakTekaje19 © 2017 Afri Daniel Syah